Industri emas Afrika Selatan mengalami penurunan signifikan dalam produksinya pada bulan November 2025, dengan indikator produksi berhenti pada -6,0%. Ini menandai penurunan drastis jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, Oktober 2025, di mana indikator produksi emas berada pada -0,3%.
Penurunan ini menunjukkan sebuah tantangan baru bagi sektor pertambangan emas di negara tersebut, yang melalui salah satu penurunan terbesar dalam produksi selama setahun terakhir ketika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data terbaru ini, diperbarui pada 20 Januari 2026, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis ekonomi dan bisnis, yang menyatakan bahwa jika tren ini berlanjut, hal ini dapat memberikan dampak negatif lebih lanjut terhadap perekonomian Afrika Selatan yang sangat bergantung pada ekspor sumber daya alamnya.
Sejauh ini, belum ada penjelasan pasti yang diberikan terkait penyebab penurunan produksi ini, namun berbagai spekulasi berkisar pada tantangan operasional, fluktuasi harga komoditas global, serta kebijakan internal yang mempengaruhi kondisi produksi. Para ahli menyerukan perlunya tindakan cepat dari pihak berwenang untuk menstabilkan produksi dan mengatasi penurunan ini demi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.