Harga futures karet telah turun menjadi sekitar 181 sen AS per kilogram, menandai titik terendah sejak akhir Desember 2025. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang menguntungkan yang diperkirakan terjadi di negara produsen utama seperti Thailand dan Indonesia. Thailand mengharapkan pelemahan monsun dari 21 hingga 25 Januari, yang bertepatan dengan periode produksi puncaknya. Sementara itu, di Indonesia, curah hujan lebat di wilayah Kalimantan dan Sumatra diperkirakan akan mereda antara 23 hingga 26 Januari. Musim penyadapan karet dimulai sebentar pada akhir Januari, diikuti oleh fase produksi rendah dari Februari hingga Mei, sebelum memasuki musim panen puncak yang berlangsung hingga September. Di sisi permintaan, indikator ekonomi terbaru dari China, konsumen utama, menunjukkan kelemahan yang berkelanjutan di pasar properti. Situasi ini berpotensi melemahkan permintaan untuk bahan infrastruktur seperti karet. Namun, beberapa permintaan telah didorong sementara oleh kegiatan restocking menjelang Tahun Baru Imlek dalam beberapa minggu terakhir.
FX.co ★ Futures Karet Mendekati Level Terendah dalam 3 Minggu
Futures Karet Mendekati Level Terendah dalam 3 Minggu
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading