Indeks S&P/ASX 200 mengalami penurunan sebesar 0,4%, menetap di sekitar 8.780 pada hari Rabu. Ini menandai sesi ketiga berturut-turut mengalami kerugian, terutama didorong oleh kekhawatiran yang terus berlanjut atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Eropa. Baru-baru ini, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk memberlakukan tarif baru mulai dari 10% pada 1 Februari terhadap delapan negara Eropa, dengan potensi peningkatan menjadi 25% pada bulan Juni, tergantung pada kegagalan negosiasi mengenai pengaruh AS atas Greenland yang kaya mineral.
Sektor perbankan, yang merupakan bagian substansial dari indeks, mengalami penurunan sebesar 1,3%, mencapai titik terendah dalam enam minggu. Penurunan ini dipimpin oleh Commonwealth Bank, pemberi pinjaman terbesar, yang turun sebesar 2,1%, karena keempat bank besar berakhir di wilayah negatif. Selain itu, sektor teknologi lokal mengalami penurunan sebesar 2,3%, mencapai titik terendah dalam sembilan bulan, mencerminkan tren penurunan rekan-rekan mereka di Wall Street.
Sebaliknya, raksasa pertambangan Rio Tinto mengalami kenaikan sebesar 2,3%, didorong oleh pengumuman peningkatan perkiraan produksi untuk tahun 2025. Rekan industrinya, BHP, juga menunjukkan peningkatan kecil sebesar 0,6%, setelah laporan output bijih besi yang mencapai rekor untuk paruh pertama tahun fiskal. Saham emas mencapai titik tertinggi sepanjang masa, karena harga emas melonjak sebagai respons terhadap permintaan safe-haven yang kuat. Investor kini menantikan data ketenagakerjaan yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut tentang arah kebijakan di masa depan.