Futures minyak sawit Malaysia naik hampir 1% untuk melampaui MYR 4,100 per ton pada hari Rabu, mempertahankan momentum dari sesi sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh melemahnya ringgit, yang meningkatkan daya saing ekspor, ditambah dengan penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian dan Chicago. Tren kenaikan ini juga didukung oleh perkiraan yang menunjukkan potensi penurunan produksi sebesar 15%–17% pada bulan Januari, mencerminkan lonjakan permintaan musiman menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan. Di India, pembeli terbesar, tingkat impor diperkirakan akan pulih setelah penurunan 20% pada bulan Desember, menandai volume terendah sejak April 2025, yang disebabkan oleh permintaan akhir tahun yang berkurang dan peningkatan pembelian minyak alternatif. Sementara itu, statistik ekspor menunjukkan bahwa pengiriman Malaysia dari 1 hingga 20 Januari mengalami pertumbuhan 8,64% hingga 11,4% dibandingkan bulan sebelumnya. Dewan Minyak Sawit Malaysia memperkirakan harga Februari akan berfluktuasi antara MYR 4,000 dan MYR 4,300, didukung oleh penurunan produksi musiman yang khas. Namun, kenaikan dibatasi karena Indonesia membatalkan rencananya untuk mandat biodiesel B50 tahun ini, bersamaan dengan penurunan tajam harga minyak mentah akibat perkiraan peningkatan stok dan meredanya kekhawatiran pasokan.
FX.co ★ Minyak Sawit Memperpanjang Kekuatan
Minyak Sawit Memperpanjang Kekuatan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading