Pada tanggal 22 Januari 2026, Administrasi Informasi Energi (EIA) Amerika Serikat melaporkan peningkatan yang signifikan dalam stok minyak distilat mingguan. Angka terbaru menunjukkan bahwa stok distilat saat ini mencapai 3.348 juta barel. Ini menandai kenaikan besar jika dibandingkan dengan indikator sebelumnya yang mencatat penurunan tajam sebesar 0.029 juta barel.
Kenaikan stok ini bisa menjadi sinyal positif bagi pasar energi, mencerminkan peningkatan produksi atau penurunan permintaan yang memungkinkan lebih banyak cadangan untuk disimpan. Dengan cadangan yang lebih tinggi, Amerika Serikat dapat lebih fleksibel dalam menghadapi fluktuasi pasar di masa depan. Para pelaku pasar dan analis sekarang akan memperhatikan bagaimana tren ini dapat mempengaruhi harga minyak dan gas di USA dalam waktu dekat.
Peningkatan ini juga menunjukkan kebijakan pemerintah dan efisiensi yang lebih baik dalam distribusi serta produksi minyak di negara tersebut. Ini tentunya merupakan kabar baik bagi sektor industri dan konsumen, dengan harapan bahwa stabilitas ini akan berlanjut dan memberikan dampak positif pada harga energi nasional.