Rupiah Indonesia menguat menjadi sekitar IDR 16.825 per dolar pada hari Jumat, menandai kenaikan ketiga berturut-turut, setelah keputusan bank sentral awal pekan ini untuk mempertahankan suku bunga acuan di 4,75% untuk pertemuan keempat berturut-turut, sesuai dengan prediksi pasar. Pembuat kebijakan menekankan stabilitas mata uang di tengah tantangan ekonomi global. Gubernur Perry Warjiyo menyatakan bahwa dewan siap untuk melakukan intervensi secara signifikan untuk mendukung rupiah, menyoroti bahwa cadangan devisa naik ke level tertinggi dalam sembilan bulan pada Desember 2025. Meskipun demikian, mata uang ini masih berada di jalur penurunan mingguan pertama dalam tiga minggu, karena pejabat mengisyaratkan kemungkinan pelonggaran moneter lebih lanjut setelah penurunan kumulatif 150 basis poin antara September 2024 dan September 2025. Prospek tetap didukung oleh inflasi rendah, yang diperkirakan akan tetap dalam kisaran target 1,5%–3,5% selama 2026-2027. Di panggung global, indeks dolar mengalami perubahan minimal tetapi diperkirakan akan menghadapi penurunan mingguan di tengah meredanya ketegangan geopolitik dan antisipasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada minggu mendatang.
FX.co ★ Rupiah Menguat untuk Sesi ke-3 Meskipun Berisiko Rugi Mingguan
Rupiah Menguat untuk Sesi ke-3 Meskipun Berisiko Rugi Mingguan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading