Sterling mempertahankan posisinya di atas $1,38, mendekati nilai tertingginya sejak September 2021, seiring dengan tren penurunan dolar AS. Penurunan ini terjadi setelah keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, ditambah dengan indikasi dari Presiden Donald Trump bahwa pemerintahannya merasa nyaman dengan dolar yang lebih lemah. Ketua Fed Jerome Powell mencatat adanya "perbaikan yang jelas" dalam prospek ekonomi AS, menyoroti tanda-tanda stabilisasi di pasar tenaga kerja. Namun, pernyataan ini tidak banyak membantu menguatkan dolar yang sudah lesu, yang terbebani oleh kekhawatiran atas penutupan pemerintah, kepercayaan konsumen yang lemah, dan tantangan kebijakan yang terus-menerus di Washington, termasuk ancaman tarif yang diperbarui dan kritik terhadap otonomi Fed. Sementara itu, di Inggris, data baru dari British Retail Consortium mengungkapkan tekanan harga yang meningkat, memperbesar kekhawatiran tentang inflasi yang terus-menerus dan berpotensi membatasi kemampuan Bank of England untuk menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
FX.co ★ Sterling Mendekati Level Tertinggi Multi-Tahun saat Dolar Melemah
Sterling Mendekati Level Tertinggi Multi-Tahun saat Dolar Melemah
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading