Futures minyak sawit Malaysia tetap relatif stabil pada hari Rabu, berfluktuasi di sekitar MYR 4,215 per ton setelah mengalami kerugian selama dua sesi sebelumnya. Pergerakan harga dibatasi oleh penguatan ringgit dan harga minyak kedelai Chicago yang lebih kuat, yang menyeimbangkan kenaikan harga minyak nabati Dalian. Para pelaku pasar berhati-hati sambil menunggu laporan bulanan dari Malaysian Palm Oil Board yang dijadwalkan rilis pada 10 Februari, yang diharapkan memberikan arah pasar baru. Malaysian Palm Oil Council memperkirakan bahwa harga akan berfluktuasi antara MYR 4,000 dan MYR 4,300 pada bulan Februari, menunjukkan lingkungan pasar yang seimbang. Di sisi permintaan, aktivitas ekspor memberikan dukungan, dengan pengiriman Januari diperkirakan meningkat antara 14.9% dan 17.9% dibandingkan bulan sebelumnya, menurut surveyor kargo. Di India, impor melonjak 51% mencapai puncak empat bulan, didorong oleh keunggulan harga minyak sawit yang signifikan dibandingkan minyak kedelai, yang mendorong para pengolah untuk meningkatkan pembelian. Sementara itu, Indonesia, produsen terbesar dunia, mengalami lonjakan ekspor sebesar 102.23% dari Desember, meningkatkan total pengiriman untuk tahun 2025 sebesar 9.1% dari tahun ke tahun menjadi 23.61 juta ton.
FX.co ★ Harga Minyak Sawit Stabil Menjelang Data Bulanan
Harga Minyak Sawit Stabil Menjelang Data Bulanan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading