Pada kuartal keempat tahun 2025, harga properti residensial di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 0,83% secara tahunan. Angka ini hampir tidak berubah dari pertumbuhan 0,84% yang tercatat pada kuartal ketiga dan merupakan tingkat pertumbuhan paling lambat sejak data ini mulai dicatat pada tahun 2003. Perlambatan pertumbuhan harga properti ini dapat dikaitkan dengan penurunan daya beli yang disertai dengan peningkatan pemutusan hubungan kerja, yang secara keseluruhan berkontribusi pada stabilisasi harga. Secara spesifik, apresiasi harga untuk rumah berukuran sedang melambat dari 1,18% di Q3 menjadi 1,12%, sementara rumah besar mempertahankan tingkat pertumbuhan stabil sebesar 0,72%. Sebaliknya, rumah kecil mengalami tingkat pertumbuhan yang sedikit lebih cepat, meningkat dari 0,71% di Q3 menjadi 0,76%. Dari 18 kota yang disurvei, 12 mencatat pertumbuhan harga yang lebih lambat, dengan Palembang mengalami perlambatan paling signifikan, turun dari 1,06% menjadi 0,52%. Sementara itu, di Manado, harga properti menurun sebesar 0,04%, setelah mengalami kenaikan 0,03% pada kuartal sebelumnya.
FX.co ★ Pertumbuhan Harga Rumah di Indonesia Tetap pada Level Terendah
Pertumbuhan Harga Rumah di Indonesia Tetap pada Level Terendah
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading