Rupiah Indonesia menguat menjadi sekitar IDR 16.860 terhadap dolar pada hari Senin, mematahkan tren penurunan selama dua sesi sebelumnya. Hal ini terjadi ketika indeks dolar AS menurun, dengan fokus pasar beralih ke indikator ekonomi AS yang signifikan yang akan datang, termasuk data ketenagakerjaan, penjualan ritel, dan angka inflasi yang tertunda. Di dalam negeri, cadangan devisa tetap kuat pada bulan Januari, meskipun ada sedikit penurunan, yang memperkuat kepercayaan terhadap posisi ekonomi eksternal Indonesia. Kepercayaan ini didukung oleh surplus perdagangan yang berkelanjutan, investasi langsung asing yang mencapai rekor tertinggi pada kuartal keempat, dan stabilisasi investasi portofolio. Peningkatan inflasi pada bulan Januari terutama disebabkan oleh efek dasar dari penurunan tarif listrik tahun sebelumnya, yang meredakan kekhawatiran langsung terhadap kebijakan moneter. Secara bersamaan, Bank Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar dan manajemen likuiditas, dengan harapan pemulihan ekonomi yang bertahap. Namun demikian, potensi pelonggaran moneter lebih lanjut tahun ini, setelah pemotongan suku bunga sebesar 150 basis poin sejak September 2024, membatasi penguatan rupiah. Dalam berita terkait, Moody’s merevisi prospek peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif, dengan alasan risiko tata kelola dan fiskal.
FX.co ★ Rupiah Menguat saat Dolar Melemah
Rupiah Menguat saat Dolar Melemah
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading