Kontrak berjangka minyak pemanas AS (US heating oil futures) melemah menuju sekitar $2,38 per galon setelah satu pekan yang bergejolak, seiring prakiraan suhu yang lebih hangat di sejumlah wilayah utama pemanas di AS menurunkan ekspektasi permintaan. Kebutuhan pemanas yang lebih rendah membantu mengimbangi kondisi pasokan yang secara musiman tetap ketat, bahkan setelah data EIA menunjukkan penurunan tajam sekitar 5,6 juta barel pada persediaan distilat dan penurunan 3,5 juta barel pada stok minyak mentah. Tingginya tingkat utilisasi kilang semakin meredakan kekhawatiran pasokan, dengan kilang menjaga produksi minyak pemanas dan diesel tetap kuat sambil mempertahankan arus ekspor yang stabil. Pada saat yang sama, biaya bahan baku minyak mentah yang lebih rendah membatasi potensi kenaikan harga, dengan tolok ukur minyak (oil benchmarks) bergerak beragam karena pembicaraan AS–Iran di Oman secara bergantian meredakan dan memicu kembali premi risiko geopolitik. Tekanan tambahan pada permintaan minyak pemanas juga datang dari harga gas alam yang lebih murah, yang menjadi alternatif pemanas yang lebih kompetitif, sementara meningkatnya aktivitas pengeboran gas di AS—khususnya di Haynesville—mengindikasikan pasokan yang lebih tinggi di masa mendatang dan memperkuat hambatan yang lebih luas bagi bahan bakar pemanas.
FX.co ★ Harga Minyak Pemanas Turun
Harga Minyak Pemanas Turun
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading