Penjualan ritel Indonesia naik 3,5% year-on-year pada Desember 2025, melambat dari 6,3% pada November dan menjadi kenaikan tahunan terlemah sejak Agustus. Pertumbuhan melambat di sejumlah kategori utama, termasuk makanan, minuman, dan tembakau (5,9% vs 8,5% pada November), suku cadang dan aksesori kendaraan bermotor (14,8% vs 17,7%), serta barang budaya dan rekreasi (5,2% vs 8,1%).
Penjualan bahan bakar turun 7,1%, berbalik arah dari kenaikan 0,8% pada bulan sebelumnya. Sementara itu, penurunan semakin dalam pada peralatan rumah tangga (-2,8% vs -1,6%), peralatan informasi dan komunikasi (-30,0% vs -27,4%), serta pakaian (-7,0% vs -3,0%).
Secara bulanan, penjualan ritel naik 3,1%, lebih cepat dibandingkan kenaikan 1,5% pada November dan mencatat kenaikan terkuat dalam sembilan bulan, menegaskan ketahanan berlanjut pada konsumsi rumah tangga.