Rupiah melemah ke kisaran Rp16.800 per dolar AS pada hari Selasa, menghapus penguatan yang terjadi sebelumnya setelah Bank Indonesia menegaskan kembali niatnya untuk melanjutkan siklus penurunan suku bunga guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Meskipun para pembuat kebijakan menekankan bahwa langkah-langkah ke depan tetap bergantung pada data, pernyataan tersebut memperkuat ekspektasi akan pelonggaran moneter lebih lanjut tahun ini, menyusul penurunan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin sejak September 2024.
Data domestik juga menekan nilai tukar, karena pertumbuhan penjualan eceran pada Desember turun ke level terendah dalam empat bulan, menyoroti pelemahan permintaan konsumen meskipun berbagai langkah dukungan pemerintah masih berlangsung. Sementara itu, kekhawatiran terhadap tata kelola kembali mencuat setelah Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo, dilantik sebagai deputi gubernur Bank Indonesia, memunculkan kembali pertanyaan mengenai independensi dan kredibilitas kebijakan bank sentral.
Dari eksternal, indeks dolar AS sedikit melemah setelah muncul laporan bahwa otoritas Tiongkok telah mendesak lembaga keuangan domestik untuk mengurangi kepemilikan US Treasuries guna menurunkan risiko konsentrasi dan melindungi diri dari ketidakpastian kebijakan. Meski demikian, sinyal kebijakan moneter dalam negeri tetap menjadi pendorong utama kinerja rupiah.