Real Brasilian bergerak di kisaran 5,2 per dolar AS, mendekati level terkuat sejak Mei 2024, ketika pasar mencerna data inflasi terbaru di tengah kekhawatiran fiskal yang kembali mencuat. Inflasi IPCA bulan Januari naik menjadi 4,44% secara tahunan, secara umum sejalan dengan ekspektasi tetapi lebih tinggi dibandingkan Desember. Akselerasi ini membuat tekanan harga dan opsi kebijakan moneter kembali menjadi sorotan, mengurangi keyakinan terhadap waktu dan besaran potensi siklus pemangkasan suku bunga ke depan.
Pada saat yang sama, ketidakpastian politik dan fiskal kembali muncul. Investor mencermati dengan saksama komentar dari Menteri Keuangan Fernando Haddad dan perdebatan yang lebih luas mengenai arah kebijakan fiskal Brasil serta tata kelola bank sentral. Faktor-faktor ini mempertahankan adanya premi risiko residual dan mendorong investor asing meminta kompensasi yang lebih tinggi untuk memegang aset berdenominasi real. Harga komoditas yang melemah turut menambah tekanan dengan mengikis dukungan eksternal Brasil, sehingga memperkuat koreksi mata uang tersebut dari level tertingginya di awal Februari.