Neraca bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) kembali mencatatkan kenaikan tipis, dari sebelumnya USD 6.585 triliun menjadi USD 6.588 triliun per 29 Januari 2026. Kenaikan sekitar USD 3 miliar ini menandai pergeseran halus dalam dinamika likuiditas setelah periode panjang pengetatan melalui pengurangan neraca (quantitative tightening).
Meski perubahan nilainya relatif kecil, pergerakan neraca Fed tetap menjadi sorotan pelaku pasar global karena berkaitan erat dengan kondisi likuiditas dolar dan sentimen terhadap aset berisiko. Investor akan mencermati apakah kenaikan ini bersifat sementara—misalnya terkait operasi teknis dan musiman—atau mengindikasikan mulai melambatnya laju penyusutan neraca yang selama ini menjadi bagian dari strategi pengetatan moneter.
Data terbaru per 29 Januari 2026 ini juga akan menjadi salah satu referensi penting bagi pelaku pasar dalam membaca arah kebijakan moneter The Fed ke depan, terutama di tengah sensitivitas tinggi pasar terhadap setiap sinyal perubahan pada suku bunga dan pengelolaan neraca bank sentral terbesar di dunia tersebut.