Indeks Biaya Tenaga Kerja (Labor Cost Index) Selandia Baru menunjukkan perlambatan pada kuartal keempat 2025. Menurut data yang diperbarui pada 3 Februari 2026, laju kenaikan biaya tenaga kerja turun menjadi 0,4% secara kuartalan (Quarter-over-Quarter), dibandingkan dengan kenaikan 0,5% pada kuartal ketiga 2025.
Perbandingan ini menggambarkan bahwa tekanan kenaikan upah dan biaya tenaga kerja masih berlanjut, tetapi dengan ritme yang sedikit lebih moderat menjelang akhir tahun. Secara metodologis, angka “aktual” 0,4% mencerminkan perubahan biaya tenaga kerja pada kuartal keempat 2025 terhadap kuartal ketiga 2025, sementara angka “sebelumnya” 0,5% menggambarkan perubahan pada kuartal ketiga 2025 dibandingkan kuartal sebelumnya. Pergerakan ini dapat menjadi salah satu indikator penting bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan dalam menilai dinamika inflasi biaya dan kondisi pasar tenaga kerja di Selandia Baru.