Indeks Dolar AS bergerak relatif stabil di sekitar 97,8 pada hari Jumat, bangkit dari pelemahan awal setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif resiprokal Presiden Trump. Putusan tersebut sempat menekan nilai greenback karena menghapus salah satu potensi pendorong inflasi, tetapi dolar segera menemukan kembali penopangnya ketika Trump merespons dengan berjanji akan menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan tarif global baru sebesar 10%.
Kembalinya sikap proteksionis secara cepat ini membantu mengimbangi dampak negatif dari data PDB kuartal IV yang lebih lemah dari perkiraan, yakni 1,4%, yang menegaskan beban ekonomi akibat penutupan pemerintahan dan tarif perdagangan yang sudah berlaku. Tekanan pelemahan dolar juga makin terbatas karena inflasi inti PCE bulan Desember yang tetap tinggi di level 3%, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan di wilayah yang ketat.
Terlepas dari kemunduran hukum bagi Gedung Putih, kombinasi prospek yang kembali terbuka untuk penerapan tarif secara luas dan tekanan harga yang masih berlanjut memungkinkan indeks tersebut bertahan. Dolar masih berada di jalur untuk membukukan kenaikan mingguan sementara investor menimbang potensi pengembalian tarif terhadap komitmen jelas pemerintahan saat ini untuk mempertahankan hambatan perdagangan yang lebih ketat.