Data terbaru mengenai posisi spekulatif neto pound sterling (GBP) menunjukkan pelemahan sentimen yang semakin dalam terhadap mata uang Inggris. Berdasarkan rilis per 20 Februari 2026, posisi spekulatif neto GBP yang tercatat di CFTC turun menjadi -42,4 ribu kontrak, melebar dari posisi sebelumnya di -25,8 ribu kontrak.
Pergeseran dari -25,8K ke -42,4K ini mengindikasikan peningkatan posisi jual bersih (net short) terhadap GBP oleh para spekulan. Dengan kata lain, pelaku pasar berjangka semakin agresif mempertaruhkan pelemahan pound dibandingkan periode sebelumnya. Perubahan tajam ini berpotensi mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi Inggris atau kebijakan moneter yang dianggap kurang mendukung penguatan mata uang.
Bagi pelaku pasar dan investor, pelebaran posisi net short ini dapat menjadi sinyal meningkatnya tekanan terhadap GBP di pasar valuta asing. Meskipun data CFTC bukan penentu tunggal arah pergerakan kurs, dinamika posisi spekulatif ini kerap menjadi barometer penting untuk membaca sentimen dan potensi volatilitas pound ke depan.