Penjualan ritel di Selandia Baru menunjukkan perlambatan pada kuartal IV 2025, dengan pertumbuhan hanya mencapai 0,9% secara kuartalan (Quarter-over-Quarter). Angka terbaru ini, yang diperbarui pada 22 Februari 2026, menandai penurunan tajam dibandingkan kuartal III 2025 ketika penjualan ritel tumbuh 1,9% dibanding kuartal sebelumnya.
Data ini menggambarkan melemahnya momentum konsumsi rumah tangga menjelang akhir 2025. Dibandingkan periode sebelumnya, di mana “previous” mencerminkan perubahan penjualan ritel kuartal III 2025 terhadap kuartal II 2025, realisasi “actual” untuk kuartal IV 2025 yang lebih rendah menunjukkan bahwa sektor ritel menghadapi tekanan lebih besar, baik dari sisi daya beli maupun kemungkinan perubahan pola belanja konsumen.
Bagi pelaku pasar dan pengamat ekonomi, pergeseran dari 1,9% ke 0,9% ini menjadi sinyal bahwa kontribusi konsumsi terhadap pertumbuhan ekonomi Selandia Baru bisa menjadi lebih moderat memasuki 2026, meskipun detail penyebab perlambatan tidak tercantum dalam rilis ini.