Penjualan ritel inti (Core Retail Sales) Selandia Baru mencatatkan peningkatan menjadi 1,5% secara kuartalan (Quarter-over-Quarter/QoQ), naik dari 1,2% pada periode sebelumnya. Data yang diperbarui per 22 Februari 2026 ini menunjukkan percepatan laju belanja konsumen di luar komponen volatil seperti bahan bakar dan otomotif, yang kerap dikeluarkan dari perhitungan inti.
Dalam metodologi yang digunakan, angka aktual 1,5% mencerminkan perubahan dari kuartal berjalan dibandingkan kuartal sebelumnya, sementara angka 1,2% menggambarkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya terhadap kuartal yang mendahuluinya. Kenaikan beruntun ini memberi sinyal bahwa permintaan domestik tetap solid, yang biasanya dipandang positif bagi prospek pertumbuhan ekonomi Selandia Baru.
Bagi pelaku pasar dan analis, tren kenaikan bertahap ini dapat menjadi indikator bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi. Namun, arah kebijakan moneter dan kondisi inflasi ke depan akan menentukan apakah momentum di sektor ritel dapat berlanjut pada kuartal-kuartal berikutnya.