Rupee India melemah menjadi sekitar 90,7 per dolar, memperpanjang pelemahan dari pekan sebelumnya seiring pasar bereaksi terhadap ketidakpastian baru terkait kebijakan perdagangan AS. Investor mencermati dampak putusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif darurat mantan Presiden Trump, serta langkah berikutnya untuk memberlakukan bea sementara sebesar 15% atas impor.
Perhatian juga tertuju pada keputusan India untuk menunda pengiriman delegasi dagangnya ke Washington, sebuah langkah yang dapat memicu peninjauan kembali strategi perdagangan New Delhi terhadap AS. Pada saat yang sama, pelaku pasar memantau pergerakan harga minyak dan dinamika kondisi penawaran–permintaan di pasar global.
Di sisi positif, analis menyoroti bahwa tarif efektif India di AS kini diperkirakan berada di kisaran 11–13%, lebih rendah dari yang dikhawatirkan semula dan relatif lebih menguntungkan dibanding banyak negara lain di kawasan. Karena itu, pasar tengah menimbang antara kelegaan jangka pendek dari paparan tarif yang berkurang dan ketidakpastian kebijakan yang masih berlanjut, serta berbagai faktor risiko global yang lebih luas.