Pasar saham Eropa diperkirakan akan dibuka lebih lemah pada hari Senin karena ketidakpastian tarif yang kembali meningkat menekan sentimen risiko. Pada hari Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan ia akan menaikkan bea global baru yang diumumkan sebesar 10% menjadi 15%, sehari setelah mengungkapkannya, menyusul keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan langkah-langkah tarif timbal baliknya yang luas. Sebagai tanggapan, kepala perdagangan Parlemen Eropa mengatakan ia akan mengusulkan penangguhan proses ratifikasi perjanjian dagang dengan AS sampai ada kejelasan yang lebih besar mengenai agenda perdagangan Trump. Meski demikian, pejabat tinggi AS memberi isyarat bahwa pengaturan dagang yang sudah ada dengan mitra-mitra kunci, termasuk China, EU, Jepang, dan Korea Selatan, akan tetap berlaku.
Dari sisi data, investor akan memusatkan perhatian pada survei Ifo Business Climate Jerman untuk Februari dan angka final inflasi Italia untuk Januari. Tidak ada rilis laba korporasi utama yang diantisipasi di Eropa pada hari Senin. Dalam perdagangan pra-pasar, kontrak berjangka Euro Stoxx 50 dan Stoxx 600 masing-masing turun 0,5% dan 0,4%.