Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke sekitar 4,07% pada hari Senin, memangkas kenaikan pekan lalu seiring ketidakpastian baru terkait kebijakan perdagangan AS yang mendorong permintaan aset safe haven. Pada hari Sabtu, Presiden Donald Trump mengatakan akan menaikkan bea global baru yang diumumkan sebesar 10% menjadi 15%, langkah yang diambil setelah Mahkamah Agung AS memutuskan untuk membatalkan tarif resiprokal luas yang ia terapkan.
Pengumuman tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa perjanjian perdagangan yang sudah ada antara AS dan mitra-mitranya dapat berada di bawah tekanan, meskipun pejabat senior AS menegaskan bahwa kesepakatan yang berlaku saat ini akan tetap dipertahankan. Pasar awalnya menyambut baik putusan Mahkamah Agung pada hari Jumat, namun ketidakpastian yang meningkat terkait langkah Trump berikutnya segera mengikis optimisme mengenai tarif yang lebih rendah dan kemungkinan pengembalian pembayaran.
Dari sisi data, investor akan mencermati rilis pesanan barang tahan lama AS dan pesanan pabrik pada hari Senin untuk mendapatkan indikasi baru tentang kekuatan momentum ekonomi yang mendasari.