Indeks dolar bergerak di kisaran 97,8 pada hari Rabu, bertahan dekat level yang dicapai pada sesi sebelumnya seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah untuk jangka waktu yang lebih lama. Pejabat Fed Susan Collins mengatakan kemungkinan tepat untuk mempertahankan suku bunga saat ini, dengan mengutip perbaikan di pasar tenaga kerja di tengah tetap adanya risiko inflasi, sementara Thomas Barkin menyebutkan bahwa kebijakan moneter berada pada posisi yang baik untuk mengelola risiko terkait prospek ekonomi.
Meski demikian, pasar masih memperkirakan sekitar tiga kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin oleh Fed tahun ini. Pada saat yang sama, Amerika Serikat pada hari Selasa mulai memberlakukan tarif global sementara sebesar 10%, yang menurut laporan tengah diupayakan Gedung Putih untuk dinaikkan menjadi 15%, menyusul keputusan Mahkamah Agung pekan lalu yang membatalkan tarif resiprokal Donald Trump. Ketegangan geopolitik juga menekan sentimen, dengan para investor mencermati putaran ketiga pembicaraan nuklir AS–Iran yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada hari Kamis.