Saham Indonesia naik 47 poin, atau 0,6%, ke level 8.328 pada sesi pagi hari Rabu, bangkit dari penurunan tajam yang terjadi sehari sebelumnya. Kenaikan ini mengikuti penguatan semalam di Wall Street yang didorong oleh optimisme baru di sektor AI menjelang pidato State of the Union Presiden AS Trump.
Secara domestik, sejumlah laporan media menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan akan memperpanjang injeksi likuiditas ke perbankan selama enam bulan ke depan, dengan dukungan bank sentral, sebagai upaya menjaga stabilitas keuangan menjelang libur Idulfitri. Di China, salah satu mitra dagang utama, PBoC mempertahankan loan prime rate di rekor terendah untuk bulan kesembilan berturut-turut guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Kenaikan di Jakarta terbatas oleh sikap hati-hati investor menjelang rilis data ekonomi domestik pekan depan, termasuk inflasi Februari dan data perdagangan Januari. Secara sektoral, saham kesehatan, bahan baku, dan siklikal menguat, sementara saham teknologi dan energi tertinggal. Beberapa saham yang bergerak signifikan sejak awal sesi antara lain Alamtri Minerals (+5,0%), Vale Indonesia (+4,3%), Indosat (+3,4%), Mitra Adiperkasa (+1,7%), dan Aneka Tambang (+1,4%).