Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di kisaran 4,05% pada hari Rabu, stabil setelah sempat tertekan di awal pekan, seiring menguatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah untuk periode yang lebih lama. Pejabat Fed Susan Collins menyatakan bahwa mempertahankan suku bunga saat ini kemungkinan tepat mengingat perbaikan di pasar tenaga kerja dan berlanjutnya risiko inflasi, sementara Thomas Barkin mengatakan bahwa kebijakan moneter berada pada posisi yang baik untuk mengelola risiko ekonomi. Meski demikian, pelaku pasar masih memperkirakan sekitar tiga kali penurunan suku bunga masing-masing 25 basis poin oleh Fed tahun ini.
Di bidang perdagangan, pada hari Selasa AS mulai memberlakukan tarif global sementara sebesar 10% yang ingin dinaikkan Gedung Putih menjadi 15%, setelah Mahkamah Agung minggu lalu menolak usulan tarif resiprokal yang diajukan Donald Trump. Sementara itu, dalam pidato State of the Union, Trump menyoroti kebijakan dan rekam jejak ekonominya selama menjabat, dengan menegaskan bahwa negara kini lebih kuat dari sebelumnya.