Kontrak berjangka bijih besi naik di atas CNY 750 per ton pada akhir Februari, bangkit dari level terendah dalam tujuh bulan seiring aktivitas ekonomi di China kembali berjalan setelah libur Tahun Baru Imlek dan ekspektasi bahwa pabrik baja akan meningkatkan produksi. Namun, analis tetap memperkirakan permintaan baja China akan menyusut pada paruh pertama tahun ini, yang dapat membatasi potensi reli harga yang berkelanjutan. Kekhawatiran terhadap kelebihan pasokan juga masih membayangi, dengan persediaan bijih besi di pelabuhan-pelabuhan China naik ke level tertinggi sejak Februari 2022. Pada saat yang sama, pelaku pasar tengah menilai dampak putusan tarif terbaru dari Mahkamah Agung AS, yang berpotensi memicu langkah-langkah proteksionis tambahan dan semakin menekan arus perdagangan global. Dari sisi korporasi, Fortescue membukukan kenaikan laba paruh pertama sebesar 23%, didorong oleh pengiriman bijih besi yang mencapai rekor dan harga realisasi yang lebih kuat. Sementara itu, Australia mengamati dengan cermat negosiasi yang sedang berlangsung antara perusahaan tambang bijih besi utama dan entitas pembelian yang didukung negara China, mengingat potensi dampak fiskal jika harga bijih besi bergerak lebih rendah.
FX.co ★ Harga Bijih Besi Naik Seiring Kegiatan di China Kembali Berjalan
Harga Bijih Besi Naik Seiring Kegiatan di China Kembali Berjalan
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading