logo

FX.co ★ Rupiah Menguat Meskipun Ada Risiko Fiskal dan Ekspektasi Pelonggaran Kebijakan

Rupiah Menguat Meskipun Ada Risiko Fiskal dan Ekspektasi Pelonggaran Kebijakan

Rupiah Indonesia menguat menembus di bawah IDR 16.800 per dolar pada Rabu, bangkit dari sesi sebelumnya yang lesu seiring indeks dolar melemah setelah Presiden AS Trump memberi sinyal tidak ada perubahan kebijakan tarif dalam pidato State of the Union. Di dalam negeri, Bank Indonesia menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar, berjanji menyediakan likuiditas dan melakukan intervensi pasar yang didukung oleh cadangan devisa yang besar. Awal bulan ini, bank sentral mempertahankan suku bunga acuan pada level 4,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut, setelah sebelumnya menurunkan suku bunga total 150 basis poin sejak September 2024 di tengah inflasi yang tetap rendah. Meski demikian, rupiah bertahan dekat rekor terendah sejak Presiden Prabowo menunjuk keponakannya sebagai deputi gubernur pada awal Februari, langkah yang meningkatkan kekhawatiran terkait tata kelola. Ekspektasi pelonggaran moneter lanjutan, lemahnya permintaan pada lelang obligasi pemerintah terbaru, serta keraguan pasar terhadap program makan gratis senilai USD 20 miliar semakin memicu kekhawatiran fiskal. Pelaku pasar juga tetap berhati-hati menjelang rilis data penting pekan depan, termasuk data inflasi Februari dan neraca perdagangan Januari.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading