logo

FX.co ★ Defisit Perdagangan Turki Melebar pada Januari

Defisit Perdagangan Turki Melebar pada Januari

Defisit perdagangan Turki melebar menjadi USD 8,4 miliar pada Januari 2026 dari USD 7,5 miliar setahun sebelumnya, sejalan dengan estimasi awal dari Kementerian Perdagangan. Ekspor turun 4,1% secara tahunan menjadi USD 20,3 miliar, terutama disebabkan oleh penurunan 4,7% pada pengiriman produk manufaktur. Pelemahan ini sebagian diimbangi oleh peningkatan ekspor pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (+2,4%), pertambangan dan penggalian (+13,1%), serta sektor lainnya (+8,7%).

Jerman tetap menjadi tujuan ekspor terbesar Turki dengan porsi 8,8% dari total ekspor, diikuti oleh Inggris Raya (6,3%), Amerika Serikat (6,0%), Italia (5,2%), dan Irak (4,4%).

Di sisi impor, total pembelian naik tipis 0,1% menjadi USD 28,7 miliar. Peningkatan impor barang modal (+9,7%) dan barang lainnya (+195,2%) lebih dari mengimbangi penurunan impor barang antara (-1,0%) dan barang konsumsi (-5,7%). China menjadi sumber impor terbesar dengan pangsa 14,9%, disusul oleh Rusia (10,7%), Jerman (6,5%), Amerika Serikat (6,3%), dan Swiss (4,4%).

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading