Perak naik hampir 2% mendekati $90 per ounce pada hari Jumat, menuju kenaikan mingguan kedua berturut-turut, didukung oleh ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan AS dan meningkatnya risiko geopolitik. Investor menilai prospek kebijakan di Washington setelah Mahkamah Agung AS pekan lalu membatalkan penerapan tarif timbal balik luas yang diberlakukan mantan Presiden Donald Trump. Sebagai tanggapan, pemerintahan saat ini memberlakukan tarif global baru sebesar 10%, dengan kemungkinan kenaikan menjadi 15% untuk negara-negara tertentu, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa perjanjian dagang AS yang ada dapat melemah. Pada saat yang sama, nada yang lebih hawkish dari pejabat Federal Reserve dapat membatasi kenaikan lanjutan pada logam mulia, karena data ekonomi AS yang solid memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan dipertahankan lebih lama. Di bidang geopolitik, AS dan Iran sepakat untuk melanjutkan perundingan nuklir pekan depan, menyusul apa yang oleh pejabat digambarkan sebagai kemajuan dalam pembicaraan hari Kamis di Jenewa.
FX.co ★ Perak Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan Kedua
Perak Bersiap Mencatat Kenaikan Mingguan Kedua
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading