Yen Jepang menguat ke sekitar 155,9 per dolar pada hari Jumat, namun tetap berada di jalur untuk membukukan pelemahan mingguan kedua berturut-turut, mencerminkan berlanjutnya ketidakpastian terkait kebijakan Bank of Japan (BOJ). Pada awal pekan, pemerintah menominasikan dua akademisi beraliran reflationist ke dewan kebijakan BOJ, sementara Perdana Menteri Sanae Takaichi diberitakan menyampaikan kekhawatiran mengenai kenaikan suku bunga tambahan dalam pertemuannya dengan Gubernur BOJ Kazuo Ueda pekan lalu.
Pada saat yang sama, anggota dewan yang berhaluan hawkish, Hajime Takata, menyerukan kenaikan suku bunga lebih lanjut dan pemberian panduan bahwa target stabilitas harga BOJ sudah hampir tercapai. Gubernur Ueda juga dilaporkan mengatakan bahwa bank sentral akan mencermati dengan saksama data ekonomi yang masuk pada pertemuan bulan Maret dan April sebelum memutuskan suku bunga, sehingga opsi kenaikan dalam waktu dekat tetap terbuka.
Dari sisi data, inflasi di Tokyo melandai ke level terendah dalam lebih dari satu tahun, seiring subsidi utilitas pemerintah yang menurunkan tagihan energi rumah tangga. Data inflasi yang lebih lemah tersebut memperkuat ekspektasi bahwa BOJ mungkin akan menunda kenaikan suku bunga tambahan dalam waktu dekat.