logo

FX.co ★ Dolar Menguat akibat Konflik di Timur Tengah

Dolar Menguat akibat Konflik di Timur Tengah

Indeks dolar sempat naik hingga 0,5% ke level 98 pada hari Senin sebelum memangkas kenaikannya, karena para investor beralih ke aset-aset safe haven di tengah perang yang memanas di Timur Tengah. Pada akhir pekan, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, dan secara efektif menutup Selat Hormuz. Tehran merespons dengan menyerang aset-aset AS di seluruh kawasan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik regional.

Pada saat yang sama, data yang dirilis pada hari Jumat menunjukkan bahwa harga produsen AS naik lebih tinggi dari perkiraan pada bulan Januari, mengindikasikan bahwa perusahaan-perusahaan meneruskan kenaikan biaya terkait tarif kepada konsumen dan mempersulit jalur Federal Reserve menuju pemangkasan suku bunga. Meski demikian, pasar masih memperhitungkan dua kali penurunan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin tahun ini, di tengah spekulasi bahwa gejolak pasar keuangan baru-baru ini dapat mendorong Fed ke sikap kebijakan yang lebih akomodatif.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading