Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia turun 114 poin, atau 1,4%, ke level 8.118 pada hari Senin, hari pertama perdagangan di bulan Maret, setelah sesi sebelumnya yang lesu. Tekanan jual terjadi secara luas, dengan saham siklikal, infrastruktur, properti, dan industri termasuk di antara penekan utama. Sentimen melemah setelah futures ekuitas AS terkoreksi menyusul pernyataan Presiden Trump yang berjanji akan melanjutkan operasi militer di Iran, setelah tewasnya tiga personel militer AS.
Investor juga mengambil sikap hati-hati menjelang rilis data domestik penting yang akan keluar kemudian pada hari yang sama, termasuk data inflasi dan perdagangan bulan Februari, sementara kekhawatiran masih bertahan bahwa data PMI China yang akan datang bisa menunjukkan pelemahan terkait libur. Meski demikian, pelemahan ini sebagian tertahan oleh ekspektasi ekspansi fiskal melalui bantuan sosial dan program-program lain selama Ramadan dan Idulfitri.
Saham berkapitalisasi besar yang tertekan antara lain Vale Indonesia (-5,1%), Unilever Indonesia (-3,8%), Charoen Pokphand (-3,5%), Kalbe Farma (-3,2%), dan Bank Mandiri (-2,4%). Sebaliknya, saham energi menguat tajam, dipimpin oleh Medco Energi (+8,7%), Adaro Andalan Indonesia (+8,1%), dan Aneka Tambang (+4,4%).