logo

FX.co ★ Harga Minyak Sawit Memperpanjang Kenaikan hingga Maret Didukung Sentimen Geopolitik

Harga Minyak Sawit Memperpanjang Kenaikan hingga Maret Didukung Sentimen Geopolitik

Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia naik hampir 1,5% pada hari perdagangan pertama di bulan Maret, diperdagangkan di sekitar MYR 4.100 per ton, didukung oleh pelemahan ringgit dan penguatan harga minyak nabati di bursa Dalian dan Chicago. Kenaikan harga minyak mentah, yang terdorong oleh meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, turut memberikan dukungan tambahan pada pasar.

Di Indonesia, eksportir minyak sawit terbesar di dunia, otoritas menaikkan bea keluar crude palm oil menjadi 12,5% dari harga acuan, dari sebelumnya 10%, untuk membantu membiayai program biodiesel, sebuah langkah yang diperkirakan akan memperketat ketersediaan ekspor. Indikator permintaan juga positif: impor minyak sawit India melonjak 51% secara bulanan pada Januari ke level tertinggi dalam empat bulan, memperkuat ekspektasi bahwa pembelian pada 2026 dapat mencapai hingga 800.000 ton.

Namun, momentum kenaikan tertahan oleh kinerja ekspor yang lemah. Lembaga survei kargo Intertek melaporkan bahwa pengiriman minyak sawit Malaysia turun 21,5% pada Februari menjadi 1,15 juta ton, meskipun biasanya ada peningkatan permintaan musiman menjelang Ramadan dan Idulfitri. Pelaku pasar kini menantikan data PMI Februari dari Tiongkok, salah satu pembeli utama, di tengah kekhawatiran bahwa perayaan Tahun Baru Imlek dapat menekan aktivitas manufaktur dan jasa.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading