Rand Afrika Selatan melemah menuju 16,1 per USD, level terendah dalam lebih dari sepekan, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang menambah ketidakpastian ekonomi global dan menekan permintaan terhadap aset berisiko, termasuk mata uang pasar berkembang. Pada saat yang sama, kekhawatiran akan gangguan berkepanjangan pada pasokan minyak dari kawasan tersebut memperkuat kekhawatiran inflasi, sehingga mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi mereka terhadap pemangkasan suku bunga oleh bank sentral utama.
Di dalam negeri, meskipun demikian, lanskap ekonomi Afrika Selatan menunjukkan sedikit perbaikan. Menteri Keuangan Enoch Godongwana pekan lalu menyampaikan anggaran yang mengindikasikan bahwa rasio utang terhadap PDB akan stabil untuk pertama kalinya dalam hampir 20 tahun, disertai dengan defisit fiskal yang sedikit lebih kecil dibandingkan proyeksi sebelumnya.