logo

FX.co ★ Sterling Melemah di Tengah Ketegangan di Timur Tengah

Sterling Melemah di Tengah Ketegangan di Timur Tengah

Poundsterling melemah mendekati $1,33, level terendah sejak 9 Desember, seiring dolar AS yang lebih kuat menarik aliran dana ke aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan para investor mencerna pemangkasan proyeksi pertumbuhan Inggris oleh Chancellor Rachel Reeves. Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa kampanye militer terhadap Iran dapat berlangsung empat hingga lima minggu, dengan kemungkinan diperpanjang jika diperlukan. Pada saat yang sama, lonjakan harga energi setelah penutupan Selat Hormuz dan penghentian ekspor LNG Qatar dapat mendorong Bank of England mengambil sikap kebijakan yang lebih hawkish.

Perkembangan politik dan ekonomi domestik semakin menekan pound. Office for Budget Responsibility (OBR) memangkas perkiraannya untuk pertumbuhan Inggris pada 2026 menjadi 1,1%, turun dari 1,4% dalam proyeksi bulan November, bahkan sebelum memperhitungkan potensi guncangan harga energi. Namun, OBR merevisi naik prospeknya untuk 2027 dan 2028, dan kini memperkirakan pertumbuhan sebesar 1,6% pada kedua tahun tersebut. Lembaga itu juga memproyeksikan tingkat pinjaman dan inflasi yang lebih rendah sepanjang horizon proyeksi.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading