Kontrak berjangka karet turun di bawah 200 sen AS per kilogram, menyentuh titik terendah dalam satu minggu, antara lain tertekan oleh penurunan harga minyak yang membuat substitusi sintetis menjadi lebih kompetitif. Penurunan ini terjadi setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengumumkan bahwa pemerintahan Trump akan mendukung kapal tanker minyak yang beroperasi di Teluk Persia. Pada saat yang sama, lemahnya permintaan dari salah satu pembeli utama terus membebani pasar. Sebelumnya, harga sempat melonjak ke level tertinggi dalam satu tahun pada akhir Februari di tengah kekhawatiran terhadap potensi kekurangan pasokan, karena pohon karet memasuki musim “wintering” di negara-negara produsen utama seperti Thailand dan Vietnam.
FX.co ★ Harga Kontrak Berjangka Karet Melemah ke Level Terendah dalam 1 Minggu
Harga Kontrak Berjangka Karet Melemah ke Level Terendah dalam 1 Minggu
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading