Kontrak berjangka gas alam AS menguat mendekati $3 per MMBtu pada hari Kamis, bangkit dari penurunan tajam pada sesi sebelumnya, seiring para pelaku pasar memantau meningkatnya ketegangan dalam konflik AS–Israel yang melibatkan Iran. Kontrak berjangka sempat turun 4,5% pada hari Rabu setelah laporan menyebutkan Iran terbuka untuk melakukan pembicaraan guna mengakhiri permusuhan, klaim yang kemudian dibantah oleh Teheran. Konflik ini kini memasuki hari keenam tanpa tanda-tanda mereda, menyusul laporan bahwa AS menenggelamkan sebuah kapal perang Iran di perairan internasional lepas pantai Sri Lanka.
Kekhawatiran pasokan meningkat karena fasilitas LNG terbesar di dunia di Qatar masih tidak beroperasi dan Selat Hormuz ditutup, sehingga memperbesar risiko terhadap arus gas global. Presiden Trump berjanji bahwa AS akan menjamin jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal dan, bila diperlukan, menyediakan pengawalan angkatan laut di kawasan tersebut. Pada saat yang sama, persediaan gas alam AS diperkirakan kembali turun pada minggu lalu, menegaskan berlanjutnya permintaan yang dipicu musim dingin.