Won Korea Selatan stabil di sekitar 1.461 per dolar, menghentikan aksi jual tajam dari sesi sebelumnya yang sempat mendorong mata uang tersebut ke level terendah dalam 17 tahun. Pergerakan ini terjadi setelah otoritas bergerak cepat untuk meredam volatilitas pasar di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Pembalikan arah ini menyusul perintah Presiden Lee Jae Myung untuk menerapkan paket stabilisasi keuangan senilai KRW 100 triliun dalam rapat kabinet luar biasa di Seoul. Rapat tersebut digelar sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat–Israel ke Iran akhir pekan lalu, yang meningkatkan risiko geopolitik.
Paket tersebut dirancang untuk memperkuat likuiditas, menstabilkan pasar keuangan, dan meredakan tekanan depresiasi langsung terhadap won di tengah kenaikan harga minyak dan menguatnya dolar Amerika Serikat. Sentimen semakin didukung oleh kenaikan pertama cadangan devisa Korea Selatan dalam tiga bulan, yang naik menjadi $427,62 miliar pada akhir Februari, didorong oleh keuntungan investasi serta penerbitan obligasi Exchange Stabilization Fund berdenominasi valuta asing.