Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik hampir 5 basis poin menjadi sekitar 2,15% pada hari Kamis, menyusul tingginya permintaan pada lelang obligasi pemerintah tenor 30 tahun, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan ketidakpastian pasar. Imbal hasil JGB tenor 30 tahun naik ke sekitar 3,4%, bangkit dari level terendah tiga bulan di 3,25% yang tercapai bulan lalu.
Perekonomian Jepang masih terjebak antara pertumbuhan yang lesu dan inflasi yang tinggi, yang sebagian besar bersumber dari guncangan eksternal. Latar belakang ini mendorong para pelaku pasar untuk meninjau kembali ekspektasi mereka terhadap arah kebijakan suku bunga Bank of Japan. Gubernur BOJ Kazuo Ueda memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah dapat berdampak signifikan terhadap perekonomian Jepang, sehingga memperkuat kemungkinan bahwa suku bunga akan dipertahankan pada level saat ini untuk jangka waktu yang panjang.
Pada saat yang sama, anggota dewan BOJ Ryozo Himino menekankan bahwa bank sentral siap menyesuaikan kebijakannya jika diperlukan di tengah volatilitas pasar. Ia menyatakan bahwa suku bunga dapat secara bertahap bergerak menuju level netral jika inflasi inti menunjukkan kenaikan yang berkelanjutan menuju target BOJ.