logo

FX.co ★ Rupiah Melemah Menjelang Rilis Data Cadangan Devisa Februari

Rupiah Melemah Menjelang Rilis Data Cadangan Devisa Februari

Rupiah melemah ke kisaran Rp16.900 per dolar AS pada hari Kamis, tertekan oleh penguatan greenback setelah rilis data ekonomi AS yang lebih kuat dari perkiraan dan meningkatnya permintaan aset safe haven seiring memanasnya ketegangan di Timur Tengah yang memasuki hari keenam.

Sebagai negara net importer minyak dan gas, Indonesia tetap rentan terhadap kenaikan biaya energi. Otoritas terkait diberitakan tengah mempertimbangkan penyesuaian harga BBM dalam negeri setelah penutupan Selat Hormuz, salah satu jalur pengapalan minyak global yang paling krusial.

Inflasi headline meningkat menjadi 4,76% pada Februari, level tertingginya dalam hampir tiga tahun dan berada di atas kisaran target Bank Indonesia sebesar 1,5%–3,5%. Kenaikan tersebut sebagian didorong oleh efek basis yang terkait dengan diskon sementara tarif listrik pada tahun lalu.

Gubernur Perry Warjiyo menyatakan bahwa inflasi diperkirakan tetap terkendali pada 2026–2027, yang membuka ruang bagi pelonggaran moneter lanjutan setelah pemangkasan suku bunga kumulatif sebesar 150 basis poin sejak September 2024. Untuk menjaga stabilitas rupiah, bank sentral telah meningkatkan intensitas intervensi di pasar valuta asing baik di pasar spot maupun forward.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data cadangan devisa Februari pada hari Jumat, setelah sebelumnya sempat turun pada Januari dari level tertinggi sembilan bulan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading