Futures baja tulangan naik di atas CNY 3.080 per ton, mendekati level tertinggi satu bulan setelah China menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung industri baja dengan memangkas kapasitas berlebih. Perencana ekonomi di Kongres Rakyat Nasional menyatakan bahwa mereka akan melakukan pengurangan kapasitas produksi baja secara bertahap dan teratur, sebuah strategi yang diperkirakan akan menopang harga dan memperkuat margin laba.
Produsen baja China masih berada di bawah tekanan akibat kelebihan pasokan kronis di tengah keterpurukan berkepanjangan pasar properti, sementara ekspor menghadapi hambatan yang semakin besar karena langkah‑langkah proteksionis di luar negeri. Beijing mengeluarkan komitmen serupa selama pertemuan kebijakan tahun 2025, meskipun hasilnya beragam.
Output baja kasar China turun di bawah 1 miliar ton tahun lalu untuk pertama kalinya sejak 2019, meskipun sejumlah analis mempertanyakan keakuratan data resmi tersebut. Pada saat yang sama, Beijing menetapkan target pertumbuhan PDB 2026 di kisaran 4,5%–5%, yang terendah sejak awal 1990‑an, karena para pembuat kebijakan harus menghadapi tekanan deflasi yang persisten dan tarif AS yang lebih tinggi.