Imbal hasil obligasi 10 tahun Afrika Selatan telah naik menjadi 8,50%, level tertingginya sejak Desember 2025, menandakan meningkatnya keengganan terhadap risiko seiring memuncaknya ketegangan di Timur Tengah. Konflik yang tengah berlangsung dan melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mendorong harga energi lebih tinggi, sehingga memperkuat kekhawatiran atas tekanan inflasi global.
Sebagai pengimpor bersih bahan bakar, Afrika Selatan sangat rentan terhadap kenaikan harga minyak, yang mengancam akan mendorong inflasi domestik meningkat setelah sebelumnya relatif terkendali. Menteri Keuangan Enoch Godongwana memperingatkan bahwa harga minyak yang bertahan tinggi dapat memperburuk inflasi dan menekan pertumbuhan ekonomi jika konflik terus berlanjut.
Dalam konteks ini, South African Reserve Bank kemungkinan akan mengambil sikap kebijakan yang lebih berhati-hati, dengan prospek kenaikan suku bunga menjadi semakin besar.