logo

FX.co ★ Emas Melemah seiring Ketegangan di Timur Tengah Mengangkat Harga Minyak dan Membebani Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Emas Melemah seiring Ketegangan di Timur Tengah Mengangkat Harga Minyak dan Membebani Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Harga emas turun ke sekitar $5.100 per ounce pada Senin pagi, tertekan oleh penguatan dolar AS dan memudarnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat, yang mengimbangi permintaan aset safe haven akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah. Pada saat yang sama, harga minyak melesat menembus $100 per barel untuk pertama kalinya sejak 2022 seiring perang dengan Iran memasuki pekan kedua, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan gelombang inflasi global yang baru.

Gangguan pasar kian intensif setelah kapal-kapal tanker minyak pada praktiknya tidak dapat melintasi Selat Hormuz, mendorong sejumlah produsen utama Timur Tengah—termasuk Kuwait, Irak, dan Uni Emirat Arab—mengurangi produksi minyak mentah. Konflik tersebut telah mengganggu sekitar seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam global, karena Iran terus menargetkan kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran penting ini.

Kenaikan tajam harga energi berisiko memperumit prospek kebijakan Federal Reserve, memperkuat ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga akan ditunda dan meningkatkan ancaman stagflasi, terutama jika dikaitkan dengan laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu yang lebih lemah dari perkiraan.

*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading
Buka daftar artikel Buka akun trading