State Bank of Pakistan mempertahankan suku bunga kebijakan acuannya tidak berubah di level 10,5% pada bulan Maret, sesuai dengan perkiraan luas, sehingga memperpanjang jeda dalam siklus pelonggaran moneter. Para pembuat kebijakan menyoroti meningkatnya ketidakpastian ekonomi, yang sebagian dipicu oleh lonjakan harga minyak di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Pakistan sangat rentan terhadap kenaikan biaya energi karena ketergantungannya yang besar pada bahan bakar impor. Guncangan energi yang berkepanjangan juga dapat menekan nilai rupee dan mempersulit pemenuhan komitmen negara tersebut dalam program stabilisasi yang didukung IMF. Analis memperingatkan bahwa kenaikan harga bahan bakar baru-baru ini dapat mendorong inflasi ke sekitar 9,25% pada kuartal kedua, setelah inflasi utama naik menjadi 7% pada bulan Februari, level tertingginya sejak Oktober 2024. Pada saat yang sama, target pertumbuhan PDB pemerintah sebesar 4,2% untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Juli semakin sulit dicapai, mengingat dampak gabungan dari krisis di Timur Tengah, banjir muson parah yang membuat sekitar tiga juta orang mengungsi, serta gangguan rantai pasok yang dipicu oleh bentrokan dengan Afghanistan.
FX.co ★ Pakistan Pertahankan Suku Bunga Acuan di 10,5%
Pakistan Pertahankan Suku Bunga Acuan di 10,5%
*Analisis pasar yang diposting disini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anda, namun tidak untuk memberikan instruksi untuk melakukan trading