Kontrak berjangka bensin jatuh hampir 5% hingga di bawah $2,64 per galon pada Senin sore, seiring penurunan tajam harga minyak mentah dan kuatnya sinyal intervensi dari G7 yang mengikis premi risiko geopolitik. Sebelumnya, harga sempat melonjak ke level tertinggi sejak 2022 setelah konflik dengan Iran mengganggu pengiriman di Selat Hormuz dan memicu pemangkasan produksi di kawasan Teluk.
Namun, reli tersebut kehilangan tenaga setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kampanye militer mendekati akhir dan melaporkan bahwa lalu lintas maritim mulai kembali di jalur-jalur pelayaran utama. Perubahan sentimen ini semakin menguat ketika para menteri keuangan G7 mengumumkan kesediaan mereka untuk memanfaatkan cadangan minyak strategis guna menstabilkan pasar bahan bakar global dan meredam tekanan inflasi.
Meski persediaan bensin AS mencatat penurunan untuk minggu ketiga berturut-turut sebesar 1,7 juta barel di awal Maret, pembalikan tajam di kompleks energi secara keseluruhan dan meredanya kekhawatiran akan gangguan pasokan yang berkepanjangan memicu aksi jual cepat pada tolok ukur harga bensin.