Kontrak berjangka minyak pemanas melemah ke sekitar $3,40 per galon pada hari Selasa, memperpanjang penurunan untuk sesi kedua berturut-turut setelah Presiden Trump berupaya meredakan kekhawatiran terkait lamanya konflik di Timur Tengah. Trump mengatakan perang dengan Iran mungkin memasuki fase akhir dan mencatat bahwa operasi militer AS berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan semula.
Ia juga mengindikasikan bahwa Washington dapat melonggarkan beberapa sanksi yang berkaitan dengan minyak dan mengerahkan pengawalan Angkatan Laut AS untuk kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dalam upaya mencegah kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut. Pernyataannya menyusul pernyataan para menteri keuangan G7 bahwa kelompok tersebut siap melepaskan minyak dari cadangan strategis jika diperlukan, meskipun sejauh ini belum ada langkah konkret yang diambil.
Namun demikian, ketidakpastian tetap ada, karena para investor meragukan kemampuan pemerintahan tersebut untuk menstabilkan pasar energi, meskipun pernyataan terbaru Trump menandakan kesiapan yang lebih besar dari Gedung Putih untuk bergerak menuju penghentian konflik.