Won Korea Selatan melemah ke kisaran 1.470 per dolar pada hari Selasa, mengikis keuntungan sesi sebelumnya di tengah volatilitas yang meningkat, karena sentimen pasar tetap rapuh meskipun ketegangan di Timur Tengah mulai mereda dan harga minyak turun. Mata uang tersebut sempat menguat pada hari Senin seiring pelemahan dolar setelah Presiden AS Donald Trump mengindikasikan bahwa konflik dengan Iran mungkin akan segera berakhir, yang memicu penurunan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi.
Kendati demikian, won tetap berada di bawah tekanan jual dari investor asing dan dolar yang masih relatif kuat, sementara investor tetap berhati-hati mengingat risiko geopolitik yang masih berlangsung. Mengingat ketergantungan besar Korea Selatan pada energi impor, penurunan harga minyak mentah baru-baru ini belum cukup untuk sepenuhnya meredakan kekhawatiran atas kenaikan biaya impor dan inflasi. Pelaku pasar terus mencermati respons kebijakan, termasuk inisiatif pemerintah untuk mengamankan jutaan barel minyak mentah melalui jalur domestik.