Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.850 per dolar AS pada Selasa sore, terkoreksi setelah sempat menyentuh Rp16.800 pada sesi sebelumnya. Pergerakan ini terjadi meski indeks dolar AS melemah dari level tertinggi tiga bulan, seiring harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Perkembangan domestik menekan sentimen. Cadangan devisa Indonesia turun ke level terendah dalam tiga bulan pada Februari, sementara kepercayaan konsumen melemah setelah menyentuh titik tertinggi dalam satu tahun pada Januari, menyoroti meningkatnya tekanan biaya menjelang Idulfitri. Inflasi headline meningkat menjadi 4,76% pada Februari, laju tercepat dalam hampir tiga tahun dan berada di atas kisaran target Bank Indonesia, yang sebagian besar didorong oleh efek basis.
Kendati demikian, Gubernur Perry Warjiyo menyampaikan bahwa inflasi diperkirakan tetap terkendali pada 2026–2027, yang mengindikasikan masih adanya ruang untuk pelonggaran moneter lanjutan setelah pemangkasan suku bunga sebesar 150 basis poin sejak September 2024, sekalipun menjaga stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas utama bank sentral.