Volume ekspor Selandia Baru mencatat pembalikan tajam pada kuartal IV 2025, turun sebesar 3,2% secara kuartalan (QoQ), setelah sebelumnya tumbuh 3,4% pada kuartal III 2025. Data resmi yang diperbarui pada 3 Maret 2026 ini menunjukkan pelemahan signifikan dalam kinerja ekspor negara tersebut menjelang akhir tahun.
Perbandingan kuartalan ini menyoroti perubahan drastis dalam dinamika perdagangan luar negeri Selandia Baru: jika pada kuartal III 2025 ekspor masih mencatat ekspansi yang solid dibandingkan kuartal sebelumnya, maka pada kuartal IV 2025 indikator volume ekspor berbalik ke wilayah negatif.
Pergerakan dari pertumbuhan positif ke kontraksi ini menjadi sinyal penting bagi pelaku pasar dan pembuat kebijakan, karena menggambarkan penurunan momentum pada sektor ekspor yang selama ini menjadi salah satu pilar utama kinerja eksternal perekonomian Selandia Baru.